Tidur polifasik adalah pola tidur yang melibatkan tidur dalam beberapa periode singkat sepanjang hari, daripada tidur dalam satu jangka waktu yang panjang seperti tidur monofasik pada umumnya (sekitar 7-9 jam tidur dalam satu periode malam). Pola tidur polifasik biasanya menggabungkan tidur singkat di malam hari dengan tidur singkat lainnya selama periode siang atau tengah hari.
Beberapa pola tidur polifasik yang terkenal termasuk:
- Uberman: Tidur hanya selama 20-30 menit setiap 4 jam. Ini adalah pola tidur yang sangat ekstrim dan memerlukan penyesuaian tubuh yang besar.
- Everyman: Ini melibatkan tidur singkat sepanjang malam (sekitar 3 jam) diikuti oleh tidur-tidur singkat lainnya (sekitar 20-30 menit) selama siang hari.
- Dymaxion: Pola tidur ini dicetuskan oleh ilmuwan futuris, Buckminster Fuller. Ini melibatkan tidur selama 30 menit setiap 6 jam, sehingga total tidur hanya sekitar 2 jam sehari.

Tidur polifasik mencoba memaksimalkan efisiensi tidur dengan mengurangi waktu tidur total, sehingga orang yang menjalani pola tidur ini memiliki lebih banyak waktu dalam sehari. Namun, ini sangat menantang dan tidak cocok untuk semua orang. Tidur polifasik memiliki potensi bahaya dan risiko yang signifikan, terutama jika tidak bijak atau tanpa penyesuaian tubuh yang tepat. Beberapa bahaya dan risikonya meliputi:
- Kekurangan Tidur Kronis: Tidur polifasik sering menghasilkan waktu tidur yang lebih pendek total dibandingkan dengan tidur monofasik yang umum. Kekurangan tidur kronis dapat menyebabkan kelelahan, penurunan kinerja kognitif, masalah kesehatan, dan bahkan masalah kejiwaan.
- Gangguan Kesehatan: Kekurangan tidur dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan gangguan kesehatan lainnya. Ini juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.
- Kesulitan Penyesuaian Tubuh: Tubuh manusia secara alami diatur untuk tidur dalam satu jangka waktu yang panjang (tidur monofasik) di malam hari. Tidur polifasik memerlukan penyesuaian yang sulit, dan tidak semua orang dapat berhasil melakukannya. Ini dapat menyebabkan kebingungan biologis dan masalah dalam menjaga pola tidur yang konsisten.
- Gangguan Fungsi Kognitif: Tidur polifasik dapat menyebabkan gangguan dalam fungsi kognitif, termasuk penurunan daya ingat, konsentrasi yang buruk, dan gangguan mental seperti kecemasan dan depresi
Sebelum mencoba tidur polifasik, sangat penting berkonsultasi dengan seorang profesional medis atau ahli tidur. Mereka dapat memberikan penilaian dan saran yang lebih baik berdasarkan kondisi kesehatan dan kebutuhan individu. Selain itu, perubahan pola tidur harus dilakukan secara hati-hati dan perlahan untuk memungkinkan tubuh beradaptasi.







