Kenapa kita merasa lelah saat bermimpi buruk?

Mimpi yang terasa sangat nyata terkadang akan membuat anda merasa lelah saat bangun tidur. Misalnya, mimpi berkelahi dengan beruang, mimpi gigi yang terlepas, atau mimpi terbang tinggi ke angkasa. Seorang dokter yang juga merupakan bagian dari The American Academy of Sleep Medicine menyatakan bahwa sebenarnya mimpi tidak membuat terlelap. Seharusnya bermimpi tidak akan membuatmu merasa lelah, dan berikut ini untuk penjelasannya. 

Menurut National Sleep Foundation pada dua tahap pertama tidur pada awalnya akan berada dalam tidur yang cukup ringan, dan dapat dengan mudah dibangunkan. Pada tahap tiga dan empat, akan mulai memasuki tidur yang jauh lebih dalam, dimana lebih sulit untuk terbangun, dan tubuh akan menjadi kurang responsif terhadap gangguan eksternal. Dan ketika tahap REM berjalan, saat itulah kebanyakan mimpi terjadi.

Pada tahap REM ini juga termasuk tahap yang paling penting karena membantu tubuh dan pikiran yang sedang rejuvenasi, proses REM juga yang membantu meningkatkan memori dan kesehatan. Hal yang lebih menarik lagi dari proses REM ini kita bisa bermimpi dalam mimpi, tapi mimpi ini justru tidak masuk kedalam proses REM. Dan ternyata Mimpi buruk termasuk dalam proses ini sehingga tidur terasa tidak nyaman, bahkan merasakan ngantuk saat di pagi hari. 

Sebenarnya ketika mimpi melalui proses REM tidak akan membuatmu merasa lelah, ada faktor lain yang menghalangi proses REM, biasanya karena banyak konsumsi obat (seperti resep untuk depresi), sehingga akan susah mendapatkan gambaran mimpi yang jelas. Masalah medis seperti nyeri kronis juga dapat membuat kamu terbangun meskipun telah memasuki proses REM di tengah tidurmu. Jadi seharusnya mimpi itu sendiri tidak akan membuatmu lelah, semua tergantung pada proses REM ketika memasuki alam tidur. 

Secara umum, jika tidak mendapatkan tidur malam yang baik tubuh sebenarnya bisa meregenerasi lebih baik dari yang kita kira. Dr. Dasgupta menyampaikan “Ketika Anda kurang tidur, tubuh cenderung untuk merasa membaik. Hal ini karena tubuh secara otomatis memberikan sinyal agar mengistirahatkan tubuh dan perlu proses REM.” jelasnya. Pada intinya lakukan yang terbaik untuk tidur sekitar tujuh hingga delapan jam setiap malam, sesuai rekomendasi Dr. Dasgupta, sehingga bisa mendapatkan tidur yang lebih sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.

Menu
× Chat WA Kami