
Mari kita sambut bulan Juni, awal dari musim panas, pertengahan dari tahun ini (Six Out of Twelve). Kita mau ngecek dulu, gimana kabarnya teman-teman?
Waktu rasanya berhenti sejak pecahnya pandemi di seluruh dunia. Seperti bukan kenyataan, karena dunia yang dulu terasa besar dan luas, menyusut menjadi sebesar rumah kita dan pertemuan hanya bisa melalui lewat layar telefon genggam. Semua hal menjadi lebih berat dengan adanya larangan keluar rumah dan bepergian, atau saat lockdown mulai berlaku di banyak tempat.
Tahun 2020 adalah tahun yang berat untuk semua orang. Bersama-sama, tumbuhlah keinginan pada tahun baru 2021, pandemi global akan berakhir dan kita bebas beraktivitas seperti sedia kala. Kita punya banyak rencana yang ingin dijalankan, pergi ke tempat menarik bersama orang-orang yang ingin kita peluk. Semua tidak sabar untuk kembali ke situasi normal sebelum virus ini menyebar. Pertanyaan besarnya adalah, akankah 2021 berjalan sesuai harapan dan keiinginan kita?
Kenyataannya…
Mencapai bulan ke-enam dari 2021, aku bisa bilang kalau pandemi ini jauh dari selesai. Kita masih harus berhati-hati tentang bepergian jauh serta tetap menggunakan masker saat keluar rumah. Tapi banyak hal sudah dapat kembali dilakukan setelah lebih dari setahun karantina ini berjalan, terutama setelah vaksin mulai diedarkan. Bisnis mulai kembali bangkit, sekolah mulai mengadakan kelas tatap muka terbatas dan kita sudah bisa keluar ke tempat umum dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.
Kegiatan sehari-hari mulai kembali berjalan sedikit demi sedikit, dan menuju kearah yang menjanjikan. Dengan semua perubahan tersebut, aku juga merasa lebih yakin untuk mulai menjajaki rencanaku yang telah tertunda. Setengah tahun mungkin sudah lewat, tapi kita masih punya 6 bulan lagi untuk bersiap dan mulai kembali mengejar mimpi kita.
Berdiri di titik ini sekarang dan melihat kebelakang, 12 bulan yang telah berlalu dapat kita ibaratkan sebagai “masa liburan”. Sebelum pandemi, aku bekerja tanpa kenal hari dan waktu, jarang sekali beristirahat. Saat masa karantina mulai berjalan, aku jadi memiliki banyak waktu luang karena seluruh pekerjaan dilakukan dari rumah. Selama ‘masa liburan’ ini, aku punya banyak kesempatan untuk melakukan refleksi diri, tentang rencana-rencana masa depanku dan tujuan yang aku tetapkan untuk diriku sendiri.
Apa yang bisa kita lakukan?
Berdiam di rumah saja kadang menyebalkan, tapi kita tidak bisa memungkiri bahwa itu menjadi perjalanan kita sebagai manusia untuk memperbaiki diri, untuk lebih sadar akan lingkungan sekitar dan apa yang mereka butuhkan dari kita sebagai penghuni planet ini. Kalau ada satu pencapaian yang aku punya selama pandemi, hal itu adalah bertumbuh menjadi lebih lembut dan pengertian kepada diri sendiri dan orang lain. Memang sih, hal itu tidak seperti mendapat kenaikan jabatan seperti rencana awalku. Tapi kemampuan untuk menerima, memaafkan dan ikhlas dengan hal yang tidak berjalan sesuai kemauanku, memberikan kebahagiaan tersendiri.
Pandemi ini adalah sebuah tantangan untuk kita, namun situasi ini juga mengeluarkan kekuatan yang kita tak pernah tahu kita miliki sebelumnya. Pandemi ini belum berakhir, tapi kita optimis kalau kita bisa melewati ini bersama-sama. Kita perlu untuk tetap berusaha melakukan apa yang kita bisa dari keterbatasan ini dan berjalan maju sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah.







